Ahli paleontologi menemukan sesuatu yang aneh di dalam es. Ya, bukan es. Endapan. Tiga spesies baru mamalia multituberkulasi. Hal-hal kecil. Kira-kira berukuran tikus hingga tikus.
Mereka tinggal di Arktik kuno. Sekitar 73 juta tahun yang lalu. Hutan di sana bersifat kutub, keras, dan gelap.
Namun binatang kecil ini ada dimana-mana.
Temui kru.
- Camurodon borealis
- Qayaqgruk peregrini
- Kaniqsiqcosmodonis polaris
Fosil ini berasal dari Formasi Prince Creek. Dekat puncak dunia.
Inilah yang menarik.
Ini bukan hanya keanehan lokal. Qayaqgruk tampak mencurigakan seperti sesuatu dari Mongolia. Secara khusus, ini terkait dengan kelompok Asia. Itu mengubah banyak hal. Hal-hal besar.
Kita dulu mengira Arktik adalah pulau evolusi. Jalan buntu.
Ternyata tidak.
Ini adalah bukti kuat paling awal yang kita miliki mengenai migrasi mamalia dari Asia ke Amerika Utara. Perjalanan tersebut kemungkinan besar terjadi sekitar 92 juta tahun yang lalu. Bahkan sebelum spesies baru berevolusi. Itu masih awal. Sangat awal.
Profesor Jaelyn Eberle menyebutnya sebagai jembatan darat. Dia bilang itu sudah aktif. Sibuk. Rute perjalanan mamalia kecil.
Lalu mengapa hewan multituberkulasi dapat bertahan hidup sementara banyak hewan lainnya yang mati?
Itu berlangsung lama. Lebih dari 100 juta tahun. Jurassic hingga Eosen. Mereka hidup di bumi lama setelah dinosaurus punah. Ingat asteroid Chicxulub? Yang mengakhiri Zaman Kapur? Multituberkulasi berhasil melewatinya.
Jawabannya terletak pada gigi mereka.
Fosil-fosil tersebut menunjukkan bentuk yang berbeda-beda. Pola makan yang berbeda.
Camurodon memakan tanaman. Herbivora yang lugas.
Qayaqgruk adalah hewan omnivora. Mungkin mengemil serangga. Mungkin beberapa tanaman juga.
Kaniqsiqcosmon tampaknya juga merupakan hewan omnivora, tetapi kemungkinan besar menempel pada tumbuh-tumbuhan.
Di tempat yang musimnya gelap dan suhunya sangat dingin, makanan akan habis. Anda harus berspesialisasi. Anda mengukir ceruk pasar Anda sendiri. Anda tidak bersaing untuk mendapatkan remah yang sama.
Kemampuan beradaptasi inilah yang mungkin menyelamatkan mereka.
Dr Sarah Shelley berpendapat bahwa ketahanan ini mungkin menjadi alasan mengapa mereka selamat dari asteroid. Mereka terbiasa stres. Digunakan untuk berubah.
Waktu yang dalam mengingatkan kita bahwa suatu tempat bukan sekadar sebuah titik di peta. Itu adalah sejarah. Lapisan lanskap dan penghuninya.
Hal ini menantang cara kita memandang spesies asli. Jika makhluk-makhluk ini berpindah benua sembilan puluh juta tahun yang lalu… apa yang sebenarnya “asli” sekarang?
Kami suka menganggap perbatasan sebagai sesuatu yang statis. Tetap.
Alam tidak peduli.
Temuan ini dipublikasikan di PNAS. Makalah ini merinci bagaimana ekosistem Arktik mendorong penyebaran mamalia. Jauh sebelum peristiwa kepunahan.
Hal ini memaksa kita untuk berpikir ulang. Bukan hanya dari masa lalu. Tapi saat ini.
Iklim juga berubah sekarang. Tekanan meningkat. Mamalia bergerak.
Es kembali menutupi semuanya. Menunggu.






























