Suara Kesusahan: Ilmuwan Menemukan Tumbuhan yang Memancarkan “Jeritan” Ultrasonik

14

Untuk waktu yang lama, dunia botani dianggap sebagai dunia yang sunyi. Namun, penelitian inovatif yang diterbitkan dalam jurnal Cell telah mengungkapkan bahwa tanaman tidaklah tenang. Saat menghadapi tekanan lingkungan, banyak tanaman mengeluarkan suara ultrasonik yang berbeda—sebuah fenomena yang menunjukkan adanya lapisan komunikasi akustik tersembunyi di dalam ekosistem kita.

Penemuan Sinyal Lintas Udara

Meskipun para ilmuwan sebelumnya telah mendeteksi getaran ultrasonik dalam jaringan tanaman, studi baru dari Universitas Tel Aviv ini membuktikan bahwa suara-suara ini ditularkan melalui udara. Ini adalah perbedaan yang penting; jika bunyi merambat di udara, bunyi tersebut dapat dicegat oleh organisme hidup lainnya.

Dengan menggunakan mikrofon khusus, para peneliti memantau tanaman tomat dan tembakau yang mengalami dua jenis stres tertentu:
Dehidrasi: Menahan air selama beberapa hari.
Kerusakan Fisik: Memotong batang tanaman.

Hasilnya sangat mengejutkan. Meskipun tanaman yang sehat sebagian besar tidak bersuara, tanaman yang mengalami stres mengeluarkan bunyi klik dan letupan yang berirama, serupa dengan suara pecahan bungkus gelembung. Suara-suara ini mencapai volume 60 hingga 65 desibel —sebanding dengan percakapan manusia pada umumnya—tetapi terjadi pada frekuensi yang terlalu tinggi untuk dideteksi oleh telinga manusia.

Menguraikan Bahasa Stres

Untuk memahami data, tim peneliti menggunakan algoritme pembelajaran mesin untuk menganalisis pola akustik. Teknologi ini mampu mencapai beberapa prestasi luar biasa:
1. Mengidentifikasi Penyebabnya: Sistem dapat membedakan antara tanaman yang haus dan tanaman yang terluka secara fisik.
2. Pengenalan Spesies: Alat ini dapat membedakan antara suara spesifik yang dihasilkan tanaman tomat dan tanaman tembakau.
3. Peringatan Dini: Jika terjadi dehidrasi, tanaman mulai “berbunyi klik” sebelum tanda-tanda layu muncul, yang mencapai puncaknya sekitar lima hari setelah musim kemarau.

Meskipun mekanisme pastinya masih dalam penelitian, para peneliti menduga suara tersebut disebabkan oleh kavitasi —sebuah proses di mana gelembung udara terbentuk dan pecah di dalam sistem pembuluh darah internal tanaman.

Mengapa Ini Penting: “Menguping” Secara Ekologis

Fakta bahwa suara-suara ini terdengar di udara menimbulkan pertanyaan evolusioner yang mendalam. Jika tanaman “berbicara” melalui USG, siapa yang mendengarkan? Penemuan ini menunjukkan adanya jaringan interaksi biologis yang kompleks:

  • Predator dan Penyerbuk: Serangga yang mencari tempat bertelur, atau hewan yang mencari makanan, mungkin menggunakan suara ini untuk menemukan tanaman yang rentan atau kaya nutrisi.
  • Komunikasi Tanaman-ke-Tanaman: Karena tanaman diketahui dapat merespons getaran, tanaman di sekitarnya mungkin “mendengar” tekanan dari tanaman lain dan memicu pertahanan biologis atau menyesuaikan tingkat nektarnya untuk mengantisipasi perubahan lingkungan.
  • Inovasi Pertanian: Hal ini memberikan peluang besar bagi “pertanian cerdas”. Dengan menggunakan sensor akustik, petani dapat memantau hidrasi tanaman secara real-time, memberikan air hanya ketika tanaman “memberi sinyal” bahwa mereka haus, sehingga mengoptimalkan sumber daya dan meningkatkan hasil panen.

“Fakta bahwa tumbuhan mengeluarkan suara-suara ini membuka peluang baru untuk komunikasi, penyadapan, dan eksploitasi,” kata rekan penulis senior Yossi Yovel.

Kesimpulan

Penelitian ini mengubah pemahaman kita tentang biologi tumbuhan dari keberadaan pasif menjadi aktif dan akustik. Ketika para ilmuwan bergerak maju untuk menyelidiki hewan dan tumbuhan mana yang mendengarkan sinyal-sinyal ini, kita terpaksa mempertimbangkan kembali “kesunyian” alam hanya sebagai keterbatasan indera kita.