Tindakan Hilangnya Desain: Saat Mengucapkan Selamat Tinggal pada Material Adalah Hal yang Baik

23
Tindakan Hilangnya Desain: Saat Mengucapkan Selamat Tinggal pada Material Adalah Hal yang Baik

Dunia desain sedang menghadapi perhitungan. Seiring dengan semakin cepatnya perubahan iklim dan berkurangnya sumber daya, sejumlah material menghilang… dan dalam beberapa kasus, hal tersebut bukanlah hal yang buruk. Menurunnya jumlah zat-zat tertentu menandakan peralihan dari praktik-praktik yang tidak berkelanjutan menuju alternatif yang lebih bertanggung jawab.

Tradisi Tradisional yang Hilang

Beberapa material yang hilang menunjukkan hilangnya warisan budaya. Kain kulit kayu Kapa, yang dibuat dari pohon wauke Hawaii, adalah contohnya. Baik pohon-pohon itu sendiri maupun pengetahuan tradisional seputar pemanfaatannya semakin memudar. Demikian pula dengan siput laut Plicopurpura pansa di Pesisir Pasifik Meksiko—yang secara historis digunakan untuk pewarna ungu cerah oleh masyarakat adat—juga mengalami penurunan populasi. Kerugian ini menyoroti bagaimana tekanan lingkungan tidak hanya berdampak pada ekosistem, namun juga praktik budaya yang mengakar. Hal ini penting karena menggarisbawahi keterkaitan antara kesehatan lingkungan dan tradisi manusia.

Pembersihan “Bahan Kimia Selamanya”

Namun, tidak semua penurunan material bersifat tragis. Pada bulan Agustus, Illinois mengesahkan undang-undang yang melarang PFAS (zat per dan polifluoroalkil) pada produk pada tahun 2032, dan negara bagian lain pun akan mengikuti langkah serupa. PFAS, yang dikembangkan pada awal abad ke-20, awalnya dipuji sebagai sebuah terobosan: mereka membuat peralatan masak anti lengket, kotak pizza tahan minyak, dan pakaian tahan air.

Masalahnya? PFAS adalah “bahan kimia selamanya.” Bahan-bahan tersebut tidak terurai di lingkungan dan terakumulasi di ekosistem dan tubuh manusia, sehingga menimbulkan risiko kesehatan yang signifikan. Tindakan keras terhadap PFAS merupakan langkah penting menuju penghapusan polutan yang persisten—sebuah kemenangan bagi kesehatan masyarakat dan perlindungan lingkungan.

Hilangnya PFAS merupakan pilihan yang disengaja, bukan kerugian yang tidak bisa dihindari. Hal ini merupakan tanda bahwa kita akhirnya menyadari betapa mahalnya harga material tertentu dan memprioritaskan keberlanjutan jangka panjang dibandingkan kenyamanan jangka pendek.

Pergeseran lanskap material desain memaksa kita memperhitungkan apa yang kita pilih untuk dipertahankan dan apa yang kita lepaskan. Beberapa kehilangan merupakan pengingat yang menyedihkan akan erosi budaya, sementara kehilangan lainnya merupakan langkah penting menuju masa depan yang lebih sehat dan berkelanjutan.