Bintang Hilang Tanpa Supernova: Formasi Lubang Hitam Langka yang Teramati

13

Sebuah bintang masif di galaksi Andromeda tampaknya telah lenyap, bukan karena ledakan supernova yang spektakuler seperti yang diharapkan, namun karena keruntuhan langsung ke dalam lubang hitam. Ini adalah pengamatan yang langka dan signifikan karena sebagian besar lubang hitam terbentuk setelah bintang meledak, sehingga potensi “supernova yang gagal” ini menjadi peristiwa kosmik yang tidak biasa.

Bintang yang Hilang

Pada tahun 2014, para astronom mengamati sebuah bintang bernama M31-2014-DS1, yang berukuran sekitar 20 kali massa Matahari kita. Ia sempat menjadi terang sebelum meredup secara dramatis antara tahun 2017 dan 2020. Hipotesis awalnya adalah bahwa kepudaran ini mengindikasikan supernova yang gagal: sebuah bintang yang jatuh langsung ke dalam lubang hitam tanpa ledakan akhir yang biasa. Namun, tidak ada radiasi sinar-X yang diperkirakan terdeteksi, sehingga menimbulkan keraguan pada teori ini.

Bukti Baru Dari Teleskop James Webb

Pengamatan terbaru dari Teleskop Luar Angkasa James Webb (JWST) dan Observatorium Sinar-X Chandra mengkonfirmasi hilangnya bintang tersebut. Dimana M31-2014-DS1 pernah bersinar, kini hanya ada objek merah redup, sekitar 8% lebih terang dari bintang aslinya, dikelilingi oleh debu yang mengembang dengan cepat. Hal ini sejalan dengan prediksi akibat supernova yang gagal.

Penjelasan Alternatif: Penggabungan Stellar

Meskipun skenario supernova yang gagal cukup menarik, ada kemungkinan lain: bintang tersebut tidak runtuh sendirian. Ia mungkin telah bergabung dengan bintang lain, menghasilkan awan peredupan dan debu serupa. Kedua peristiwa tersebut jarang terjadi, namun data observasi tidak secara pasti mendukung salah satu peristiwa tersebut.

“Prediksi mengenai supernova yang gagal terlihat sangat tumpang tindih dengan apa yang kita harapkan dari dua bintang yang bertabrakan dan menghasilkan banyak debu,” kata Emma Beasor dari Liverpool John Moores University.

Mengapa Ini Penting

Hilangnya bintang masif masih kurang dipahami. Selama beberapa dekade, penelusuran membuahkan hasil yang ambigu. Kekuatan teleskop modern kini memungkinkan para astronom mencapai kemajuan. Mengonfirmasi mekanisme di balik peristiwa ini akan mengungkap salah satu nasib akhir bintang masif. Tidak adanya radiasi sinar-X membuat sulit untuk memastikan keberadaan lubang hitam, namun penelitian lanjutan akan memberikan jawaban yang pasti.

Kemampuan untuk mempelajari bintang-bintang yang memudar dengan teleskop seperti JWST adalah kuncinya. Ini adalah “cara yang harus dilakukan kucing Cheshire”, yang berarti bintang menghilang hanya meninggalkan jejak. Pada akhirnya, pengamatan ini menyoroti sifat evolusi bintang yang dinamis dan terkadang tidak dapat diprediksi.