Pink Noise: Studi Baru Mempertanyakan Penggunaannya sebagai Alat Bantu Tidur

22
Pink Noise: Studi Baru Mempertanyakan Penggunaannya sebagai Alat Bantu Tidur

Penelitian terbaru dari University of Pennsylvania, bekerja sama dengan ilmuwan Eropa dan Kanada, menunjukkan bahwa pink noise, yang dipasarkan sebagai penambah kualitas tidur, sebenarnya dapat menurunkan kualitas tidur. Hal ini menantang praktik luas dalam menggunakan suara sekitar untuk menutupi gangguan dan meningkatkan kualitas istirahat.

Spektrum Suara dan Tidur

Kebisingan merah muda termasuk dalam keluarga suara “broadband”, termasuk kebisingan putih, coklat, dan biru, masing-masing ditentukan oleh distribusi frekuensinya. Meskipun white noise—sering digambarkan sebagai statis—adalah yang paling terkenal, pink noise lebih disukai oleh banyak orang karena kualitasnya yang lebih lembut dan alami (menyerupai curah hujan atau air terjun). Popularitas suara-suara ini berasal dari gagasan bahwa suara-suara tersebut dapat meredam kebisingan lingkungan yang mengganggu. Namun, penelitian baru ini meragukan asumsi tersebut.

Metodologi dan Temuan Studi

Para peneliti memantau 25 orang dewasa (berusia 21-41 tahun) di laboratorium tidur selama tujuh malam berturut-turut. Peserta bersepeda melalui berbagai kondisi: tidur tanpa suara, paparan kebisingan lingkungan (pesawat, lalu lintas, tangisan bayi), kebisingan merah muda saja, kombinasi kebisingan lingkungan dan merah muda, dan kelompok kontrol yang menggunakan penyumbat telinga.

Hasilnya sangat mengejutkan:

  • Kebisingan lingkungan saja mengurangi tidur nyenyak (N3) sebanyak 23 menit per malam. Hal ini penting karena tidur nyenyak sangat penting untuk pemulihan fisik.
  • Pink noise saja mengurangi tidur REM hampir 19 menit dibandingkan dengan kebisingan lingkungan. Tidur REM sangat penting untuk memori dan proses emosional.
  • Hasil terburuk adalah ketika kebisingan lingkungan dan kebisingan merah muda diputar secara bersamaan. Baik tidur nyenyak maupun tidur REM secara signifikan lebih pendek, dan peserta menghabiskan lebih banyak waktu untuk terjaga.
  • Penutup telinga adalah satu-satunya kondisi yang mengurangi dampak ini, sehingga menunjukkan bahwa penyumbat telinga merupakan alternatif yang lebih aman untuk menghalangi kebisingan.

Mengapa Ini Penting

Studi ini menimbulkan pertanyaan serius tentang rekomendasi pink noise sebagai alat bantu tidur. REM dan tidur nyenyak bukan hanya tentang perasaan istirahat; mereka penting untuk fungsi kognitif, stabilitas emosional, dan bahkan kesehatan fisik. Untuk anak-anak, yang otaknya masih berkembang dan menghabiskan lebih banyak waktu dalam tidur REM, potensi bahayanya sangat mengkhawatirkan.

“Temuan kami menunjukkan bahwa bermain pink noise…bisa berbahaya – terutama bagi anak-anak,” kata peneliti tidur Mathias Basner.

Perlunya Penelitian Lebih Lanjut

Para peneliti mengakui ukuran sampel penelitian ini kecil namun menekankan bahwa temuan awal memerlukan kehati-hatian. Jutaan orang mengandalkan suara broadband untuk tidur, namun ilmu pengetahuan masih jauh dari meyakinkan. Diperlukan lebih banyak penelitian mengenai efek jangka panjang, “warna” kebisingan yang berbeda, dan tingkat volume yang aman.

Kesimpulan penelitian ini jelas: meskipun kebisingan merah muda (pink noise) mungkin tampak menenangkan, namun dampaknya terhadap tidur sangat kompleks dan berpotensi merugikan. Individu, terutama mereka yang memiliki otak yang sedang berkembang, harus mempertimbangkan alternatif seperti penyumbat telinga atau sekadar mengatasi akar penyebab kebisingan lingkungan daripada menutupinya.