Tentara Romawi Melawan Parasit Meskipun Ada Sanitasi yang Canggih

7

Temuan arkeologi terbaru mengungkapkan bahwa tentara Romawi yang ditempatkan di Tembok Hadrian di Inggris utara menderita parasit usus meskipun kekaisaran tersebut memiliki reputasi dalam hal kebersihan dan infrastruktur. Penggalian saluran jamban di benteng Vindolanda menemukan bukti adanya cacing gelang, cacing cambuk, dan Giardia duodenalis – patogen yang dapat menyebabkan gangguan pencernaan yang signifikan.

Paradoks Sanitasi Romawi

Bangsa Romawi terkenal karena kehebatan teknik mereka, membangun pemandian yang rumit, saluran air, dan jamban umum. Namun, sistem ini tidak menghilangkan infeksi parasit. Analisis mikroskopis sedimen dari saluran pembuangan jamban abad ke-3 menunjukkan adanya telur parasit yang tersebar luas. Kehadiran Giardia, yang sebelumnya jarang ditemukan di situs-situs era Romawi di luar Turki dan Italia, menunjukkan bahwa infrastruktur yang canggih pun tidak dapat mencegah penyebaran penyakit yang ditularkan melalui air dan feses-oral.

Penelitian yang dipimpin oleh Piers Mitchell dari Universitas Cambridge ini menyoroti kesenjangan penting: sanitasi Romawi berfokus pada kebersihan yang terlihat dan pengendalian bau dibandingkan patogen mikroskopis. Tanpa manfaat mikrobiologi modern, tentara tanpa sadar akan terpapar penyakit menular setiap kali mereka mengunjungi jamban.

Infeksi Meluas

Bukti dari benteng kedua di dekatnya juga mengkonfirmasi adanya cacing gelang dan cacing cambuk. Meskipun para peneliti tidak dapat menentukan secara pasti persentase tentara yang terinfeksi, keberadaan telur parasit yang konsisten di seluruh saluran pembuangan menunjukkan bahwa sebagian besar garnisun kemungkinan besar menderita penyakit ini.

Temuan ini menggarisbawahi bahwa peradaban kuno paling maju pun rentan terhadap parasit usus. Fakta bahwa infeksi ini lazim terjadi meskipun ada upaya Romawi untuk meningkatkan kebersihan menunjukkan keterbatasan upaya kesehatan masyarakat pra-mikroskopis.

“Meskipun mereka telah melakukan upaya terbaik untuk menciptakan kenyamanan Romawi seperti pemandian dan jamban, mereka masih mengalami diare dan infeksi cacingan,” kata Mitchell.

Penemuan ini menjadi pengingat bahwa sanitasi saja tidak cukup untuk memberantas penyakit, dan memahami ancaman mikroba memerlukan pengetahuan ilmiah yang melampaui pengetahuan yang dimiliki bangsa Romawi.