Asupan Kopi & Teh Dalam Jumlah Sedang Terkait dengan Menurunkan Risiko Demensia

13

Penelitian baru menunjukkan bahwa konsumsi kopi atau teh secara teratur – sekitar dua hingga tiga cangkir kopi berkafein atau satu hingga dua cangkir teh berkafein setiap hari – dapat dikaitkan dengan risiko demensia 15-20% lebih rendah dibandingkan dengan mereka yang tidak mengonsumsi kopi atau teh. Penelitian tersebut, berdasarkan catatan kesehatan selama lebih dari empat dekade terhadap lebih dari 130.000 peserta, juga mengisyaratkan kinerja kognitif yang sedikit lebih baik di antara peminum kafein dalam jumlah sedang.

Temuan & Metodologi Utama

Penelitian yang diterbitkan dalam Journal of American Medical Association ini menganalisis data dari Nurses’ Health Study dan Health Professionals Follow-up Study yang sudah berjalan lama. Para peneliti melacak kebiasaan makan, diagnosis demensia, penurunan kognitif, dan tes fungsi otak objektif hingga 43 tahun. Hasilnya menunjukkan bahwa minuman berkafein dikaitkan dengan penurunan risiko demensia, namun versi tanpa kafein tidak menunjukkan korelasi tersebut.

Penelitian ini tidak membuktikan bahwa kopi dan teh mencegah demensia, hanya saja ada hubungannya. Hal ini penting: orang yang minum kafein mungkin sudah melakukan perilaku sehat lainnya (tidur lebih nyenyak, olahraga) yang berkontribusi pada kesehatan otak.

Mengapa Ini Penting

Demensia adalah krisis global yang sedang berkembang. Dengan populasi yang menua, jumlah kasus demensia diperkirakan akan meroket kecuali jika dilakukan tindakan pencegahan. Temuan ini menambah semakin banyak bukti yang menunjukkan bahwa faktor gaya hidup – termasuk pola makan – memainkan peran penting dalam kesehatan kognitif. Sekitar setengah kasus demensia di seluruh dunia dapat dicegah melalui intervensi seperti mengatasi obesitas, mengurangi asupan alkohol, dan mengendalikan tekanan darah.

Ilmu di Balik Manfaatnya

Efek perlindungan mungkin berasal dari beberapa mekanisme:

  • Kafein & Polifenol: Kopi dan teh mengandung senyawa yang dapat meningkatkan kesehatan pembuluh darah, mengurangi peradangan, dan melawan stres oksidatif.
  • Kesehatan Metabolik: Kafein dikaitkan dengan rendahnya tingkat diabetes tipe 2, yang merupakan faktor risiko demensia.
  • Stimulasi Kognitif: Kafein dapat meningkatkan kewaspadaan dan motivasi, mendorong aktivitas yang mendukung fungsi otak (belajar, berolahraga).

Namun, para ahli memperingatkan agar tidak melakukan penyederhanaan yang berlebihan. Kafein juga meningkatkan tekanan darah pada beberapa individu, yang merupakan faktor risiko demensia. Efek bersihnya bergantung pada fisiologi individu dan gaya hidup.

Yang Harus Anda Lakukan

Penulis utama studi tersebut, Yu Zhang, menekankan bahwa kopi dan teh tidak boleh dipandang sebagai “perisai ajaib” melawan demensia. Pendekatan holistik sangat penting: prioritaskan olahraga teratur, pola makan seimbang, dan tidur yang cukup. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memastikan apakah minuman ini secara langsung melindungi otak, namun bukti saat ini menunjukkan bahwa konsumsi dalam jumlah sedang mungkin merupakan kebiasaan yang tidak berbahaya dan berpotensi bermanfaat.

Pada akhirnya, penelitian ini memperkuat pentingnya kesehatan otak yang proaktif—dan menunjukkan bahwa secangkir kopi atau teh setiap hari bisa menjadi bagian kecil namun bermanfaat dari hal tersebut.