Samudera Europa: Es yang Tenggelam Dapat Memberikan Bahan-Bahan untuk Kehidupan

14

Bulan Jupiter, Europa, memiliki lautan luas dan tersembunyi di balik cangkang esnya – kandidat utama dalam pencarian kehidupan di luar bumi. Penelitian baru menunjukkan bahwa proses yang sebelumnya diabaikan bisa saja menghasilkan bahan kimia penting dari permukaan ke lautan, meskipun kondisinya ekstrem.

Tantangan Kelayakhunian

Lautan di Europa, yang diperkirakan memiliki kandungan air dua kali lipat air di bumi, terlindung dari sinar matahari dan kekurangan oksigen bebas. Kehidupan apa pun di sana kemungkinan besar bergantung pada energi kimia, namun mengirimkan bahan-bahan yang diperlukan melalui cangkang es yang tebal telah menjadi teka-teki ilmiah yang besar. Oksidan di permukaan, yang dihasilkan oleh radiasi intens Jupiter, merupakan kunci energi ini, namun bagaimana oksidan tersebut bisa masuk ke lautan masih belum jelas.

Penurunan Lambat: Pendirian Litosfer

Para peneliti di Washington State University berpendapat bahwa tenggelamnya es mungkin adalah jawabannya. Proses ini, yang disebut penghancuran litosfer, serupa dengan apa yang terjadi di Bumi, ketika sebagian kerak planet tenggelam ke dalam mantel. Di Europa, kantong es yang kaya garam menjadi lebih padat dan lebih lemah dibandingkan es di sekitarnya, menyebabkan es tersebut terlepas dan perlahan turun melalui cangkangnya.

“Ini adalah ide baru dalam ilmu pengetahuan planet… dan merupakan pertanda baik bagi prospek kehidupan di luar bumi di lautannya.” – Austin Green, Teknologi Virginia

Cara Kerja: Pemodelan Komputer Mengungkap Waktu Turunnya

Dengan menggunakan model komputer, tim mensimulasikan lapisan es Europa (ketebalannya kira-kira 19,6 mil) dalam berbagai kondisi. Dalam semua skenario, material permukaan turun menuju dasar cangkang. Proses tenggelamnya es bisa memakan waktu antara 30.000 hingga 10 juta tahun, tergantung pada struktur dan kerusakan es. Bahkan es yang cukup lemah memungkinkan pengangkutan material permukaan secara relatif cepat.

Mengapa Ini Penting: Jalur Realistis untuk Bahan Kimia Pendukung Kehidupan

Studi tersebut menunjukkan bahwa pelemahan es dalam skala kecil sekalipun dapat memicu proses tenggelamnya es, menjadikannya cara yang efisien untuk mengirimkan oksidan ke laut. Hal ini mengatasi hambatan besar terhadap kelayakan huni dan meningkatkan kemungkinan menemukan kehidupan di Europa.

Langkah Selanjutnya: Kedatangan Europa Clipper dalam Waktu Dekat

Misi Europa Clipper milik NASA, yang diluncurkan pada tahun 2024, akan tiba di Jupiter pada tahun 2030. Misi ini akan melakukan lusinan penerbangan jarak dekat, menilai kedalaman lautan, dan mengevaluasi lebih lanjut potensi kelayakhunian Europa. Data yang akan datang akan sangat penting untuk memastikan apakah mekanisme tenggelamnya es ini benar-benar berperan.

Kesimpulan: Lautan Europa mungkin menerima pasokan bahan kimia pendukung kehidupan secara stabil melalui proses geologis yang lambat namun terus-menerus. Penemuan ini menambah optimisme yang berkembang seputar potensi kehidupan di luar bumi di bulan yang dingin ini dan menggarisbawahi pentingnya misi mendatang seperti Europa Clipper.