Komet C/2024 E1 (Wierzchoś) Seukuran Kota Menghadapi Ejeksi Dari Tata Surya

18

Sebuah komet yang baru ditemukan, kira-kira seukuran kota kecil, saat ini terlihat di langit malam saat mendekati Bumi. Dijuluki C/2024 E1 (Wierzchoś), benda es ini berada pada lintasan hiperbolik, yang berarti ia akan segera dikeluarkan dari tata surya kita dan melayang ke ruang antarbintang—nasib yang sama dengan komet lain seperti 3I/ATLAS. Pengusiran ini bukanlah hal yang aneh; banyak komet berasal dari awan Oort yang jauh dan terlempar keluar setelah sekali melewati tata surya bagian dalam.

Penemuan dan Komposisi

Komet ini pertama kali diamati pada Maret 2024 oleh astronom Polandia Kacper Wierzchoś, menggunakan teleskop berukuran 4,9 kaki di Observatorium Mount Lemmon di Arizona. Pengamatan selanjutnya yang dilakukan oleh Teleskop Luar Angkasa James Webb (JWST) mengungkapkan sejumlah besar karbon dioksida dalam keadaan koma—awan gas dan debu yang mengelilingi inti es. Perkiraan awal memperkirakan diameter komet tersebut sekitar 13,5 mil, sebanding dengan dua pertiga panjang Manhattan, namun penelitian terbaru yang belum terverifikasi menunjukkan bahwa perkiraan tersebut mungkin terlalu berlebihan.

Lintasan dan Nasib Jangka Panjang

Komet Wierzchoś berasal dari awan Oort, reservoir besar benda-benda es di tepi tata surya. Orbitnya yang hiperbolik berarti ia tidak akan kembali untuk kunjungan lagi. Para ahli memperkirakan komet tersebut telah jatuh ke arah Matahari selama 1 hingga 3 juta tahun dan akan terusir secara permanen setelah ketapel matahari saat ini. Proses ini dapat memakan waktu beberapa dekade atau abad untuk diselesaikan, setelah itu ia akan mengembara di Bima Sakti selama jutaan atau miliaran tahun.

Ini bukan peristiwa yang terjadi sendirian: komet lain, seperti 3I/ATLAS, telah dikeluarkan dari tata surya kita, hal ini menunjukkan fenomena alam di mana benda-benda es terlempar keluar oleh gaya gravitasi.

Visibilitas dan Peristiwa Komet di Masa Depan

Meski tidak terlihat dengan mata telanjang, Komet Wierzchoś dapat diamati dengan teleskop atau teropong. Komanya bersinar hijau karena kandungan karbonnya yang tinggi, sebuah fenomena langka namun diamati di komet. Peluang menonton terbaik adalah dari Belahan Bumi Selatan, meskipun tetap dapat diamati di Belahan Bumi Utara selama beberapa minggu ke depan.

Ke depan, tahun 2026 menjanjikan peristiwa komet tambahan. Para astronom telah melihat C/2026 A1 (MAPS), sebuah “sungrazer” yang bisa menjadi cukup terang untuk dilihat dengan mata telanjang, dan C/2025 R3 (PanSTARRS), komet potensial lainnya yang diperkirakan akan muncul pada akhir April.

Ringkasannya: Komet C/2024 E1 (Wierzchoś) adalah pengunjung angkasa yang langka dan mencolok, ditakdirkan untuk diasingkan secara permanen dari tata surya kita, menyoroti sifat dinamis orbit komet dan luasnya ruang antarbintang.