Kerabat Laba-laba Purba Memiliki Cakar 500 Juta Tahun Lalu

18
Kerabat Laba-laba Purba Memiliki Cakar 500 Juta Tahun Lalu

Sebuah fosil yang terpelihara dengan sangat baik mengungkapkan bahwa nenek moyang laba-laba dan kalajengking telah memiliki cakar depan yang khas setengah miliar tahun yang lalu. Penemuan ini, yang dilaporkan di Nature pada tanggal 1 April oleh ahli paleontologi Rudy Lerosey-Aubril dan rekannya, memperjelas perdebatan lama mengenai evolusi hewan predator ini. Temuan ini menunjukkan bahwa kelompok yang dikenal sebagai chelicerata – yang saat ini mencakup makhluk seperti kepiting tapal kuda, kutu, dan daddy longlegs – secara mengejutkan mengembangkan bentuk tubuh modern jauh lebih awal dari yang diperkirakan sebelumnya.

Anatomi Chelicerate Awal

Fosil tersebut menunjukkan penjepit yang jelas menempel pada pelengkap di dekat mulut hewan purba tersebut. Pelengkap ini, yang disebut chelicera, telah berevolusi menjadi berbagai bentuk pada chelicerata modern: taring pada laba-laba (beberapa di antaranya mengeluarkan racun), dan mulut kecil pada kalajengking digunakan untuk makan.

Sebelumnya, para ilmuwan memperdebatkan apakah cakar ini berasal dari antena sensorik yang ditemukan pada serangga (kelompok terkait) atau dari alat penggenggam yang terdapat pada arthropoda sebelumnya. Cakar fosil baru yang berkembang dengan baik sangat menunjukkan hal yang terakhir: chelicera berevolusi dari “pelengkap besar” yang terlihat pada beberapa arthropoda kuno. Artinya, cetak biru dasar cakar ini telah terbentuk jauh lebih awal dalam sejarah evolusi dibandingkan yang diyakini sebelumnya.

Kehidupan di Laut Purba

Makhluk itu kemungkinan besar menghuni laut purba yang dangkal dan berenang di dekat dasar laut. Para peneliti berpendapat bahwa ia menggunakan cheliceranya untuk menangkap mangsa kecil – kemungkinan besar cacing primitif – dan membawanya ke mulutnya. Pelestarian fosil ini luar biasa, meskipun telah menjadi koleksi museum selama beberapa dekade sebelum diperiksa ulang.

“Makhluk ini memiliki anatomi super modern untuk hewan yang berusia 500 juta tahun,” kata Lerosey-Aubril dari Universitas Harvard.

Penemuan ini menggarisbawahi betapa cepatnya ciri-ciri anatomi utama dapat muncul dalam sejarah evolusi. Fakta bahwa alat khusus tersebut sudah ada pada awal garis keturunan chelicerate menimbulkan pertanyaan tentang tekanan selektif yang mendorong evolusinya – mangsa apa yang diburu makhluk-makhluk ini, dan bagaimana cakar ini memberi mereka keuntungan?

Fosil ini memberikan gambaran sekilas tentang diversifikasi awal arthropoda, yang menunjukkan bahwa landasan fundamental bagi banyak predator modern sudah ada lebih dari setengah miliar tahun yang lalu.