Penyakit Parkinson Terkait dengan Jaringan Otak yang Baru Diidentifikasi

12

Penelitian inovatif menunjukkan bahwa penyakit Parkinson mungkin berasal dari disfungsi jaringan otak yang lebih luas, bukan semata-mata karena hilangnya dopamin di ganglia basalis. Sirkuit yang baru-baru ini diidentifikasi, disebut jaringan tindakan somato-kognitif (SCAN), tampaknya menjadi hiperaktif pada pasien Parkinson dan bisa menjadi kunci pengobatan yang lebih efektif.

Jaringan SCAN: Pemahaman Lebih Dalam tentang Parkinson

Selama beberapa dekade, Parkinson dipahami sebagai penyakit yang terutama mempengaruhi kontrol motorik karena hilangnya neuron penghasil dopamin. Namun, penelitian baru ini menantang pandangan tersebut. Jaringan SCAN, yang pertama kali dijelaskan pada tahun 2023, kini diyakini sebagai sirkuit inti yang mendorong gejala Parkinson.

Para peneliti menganalisis pemindaian otak lebih dari 850 orang dan menemukan hiperkonektivitas yang signifikan antara SCAN dan wilayah otak lain pada penderita Parkinson. Jaringan ini menghubungkan enam area subkortikal utama yang terlibat dalam pergerakan, kognisi, dan fungsi tubuh.

Stimulasi Tertarget Menunjukkan Hasil Menjanjikan

Dalam uji coba yang lebih kecil yang melibatkan 36 pasien, mereka yang menerima stimulasi otak yang secara langsung menargetkan sirkuit SCAN mengalami peredaan gejala yang lebih cepat dan lebih baik dibandingkan dengan mereka yang menerima stimulasi di wilayah yang berdekatan. Hasilnya sangat mengejutkan:

  • 50% pasien dengan stimulasi bertarget SCAN mengalami perbaikan gejala.
  • Hanya 18% dari kelompok kontrol (yang dirangsang di tempat lain) mengalami kesembuhan – perbedaan 2,5 kali lipat.

“Penelitian ini menunjukkan bahwa Parkinson adalah kelainan SCAN,” kata ahli saraf Nico Dosenbach, salah satu penulis penelitian tersebut. “Jika Anda menargetkan SCAN dengan tepat, Anda dapat mengobati Parkinson dengan lebih sukses dibandingkan sebelumnya.”

Implikasi terhadap Pengobatan dan Perkembangan Penyakit

Implikasinya melampaui manajemen gejala. Para peneliti berpendapat bahwa modulasi aktivitas dalam SCAN berpotensi memperlambat atau bahkan membalikkan perkembangan penyakit, tidak hanya menutupi gejala.

Namun, uji coba multipusat yang lebih besar diperlukan untuk memvalidasi temuan ini dan sepenuhnya mengeksplorasi potensi terapeutik dari pengobatan yang ditargetkan SCAN. Pada saat Parkinson didiagnosis, pasien mungkin sudah kehilangan hingga 80% neuron penghasil dopamin. Jika SCAN memang merupakan penyebab utama penyakit ini, maka intervensi dini bisa menjadi hal yang sangat penting.

Pergeseran Paradigma dalam Penelitian Parkinson

Studi ini mengalihkan fokus dari hilangnya dopamin ke disfungsi jaringan yang lebih luas. Penulis senior Hesheng Liu menekankan bahwa Parkinson mungkin berakar pada “disfungsi jaringan yang lebih luas.” Hiperkonektivitas SCAN tidak hanya mengganggu pergerakan tetapi juga fungsi kognitif dan tubuh, sehingga menunjukkan dampak yang lebih sistemik daripada yang diketahui sebelumnya.

Penelitian ini dapat membentuk kembali pemahaman kita tentang Parkinson, membuka jalan bagi pengobatan yang lebih personal dan efektif dengan menargetkan kelainan jaringan yang mendasarinya, bukan hanya mengatasi kekurangan dopamin.