Misi Artemis II NASA telah melewati tonggak penting, dengan pesawat ruang angkasa Orion kini dalam perjalanan ke bulan setelah berhasil membakar mesin yang dikenal sebagai injeksi translunar (TLI). Manuver ini, yang dilakukan pada tanggal 2 April, menandai point of no return bagi empat orang awak saat mereka memulai uji terbang sepuluh hari yang dirancang untuk mempersiapkan pendaratan di bulan di masa depan dan, pada akhirnya, misi ke Mars.
Pentingnya TLI
TLI bukan sekadar koreksi lintasan; itu sebuah komitmen. Berbeda dengan misi ke Stasiun Luar Angkasa Internasional, di mana para astronot berada dalam waktu 90 menit setelah kembali dalam keadaan darurat, Artemis II menugaskan krunya untuk mengorbit bulan penuh dan melakukan perjalanan pulang. Seperti yang dijelaskan oleh astronot Christina Koch, “tidak ada yang bisa membatalkan hitungan mundur ini—kita akan memasukinya kembali saat kita melakukan TLI.” Hal ini menggarisbawahi risiko besar yang dihadapi misi ini: kegagalan pada tahap ini menyebabkan terbatasnya pilihan untuk membatalkan penerbangan.
Tujuan dan Persiapan Misi
Awak Artemis II – Komandan Reid Wiseman, pilot Victor Glover, dan spesialis misi Jeremy Hansen dan Koch – akan menguji sistem pesawat ruang angkasa Orion selama penerbangan mengelilingi Bumi dan bulan. Hal ini termasuk mengevaluasi kemampuan pendukung kehidupan, kontrol manual, dan prosedur untuk melakukan docking dengan pendarat bulan di masa depan. Misi tersebut merupakan latihan penuh untuk Artemis IV, yang saat ini direncanakan akan mendaratkan astronot di bulan pada awal tahun 2028.
Langkah Pertama dan Tantangan Awal
Para kru sudah mulai beradaptasi dengan realitas perjalanan luar angkasa. Laporan awal menunjukkan suhu kabin yang sangat dingin, menyebabkan para astronot menggunakan lapisan tambahan untuk menghangatkan diri. Kemunduran kecil terjadi pada toilet pesawat luar angkasa, tetapi kru menyelesaikan masalah tersebut. Koreksi orbital di tengah penerbangan juga mengganggu jadwal tidur, sehingga menyoroti tantangan logistik perjalanan ruang angkasa jangka panjang.
Lintasan Bersejarah
Pembakaran TLI telah menempatkan Orion pada “lintasan kembali bebas”, menggunakan gravitasi bulan untuk melontarkan pesawat ruang angkasa itu kembali ke Bumi. Metode ini sebelumnya digunakan dalam misi Apollo 8 dan Apollo 13, yang menunjukkan ketergantungan NASA pada teknik yang telah terbukti untuk pengujian penting ini. Pada akhir penerbangan sepuluh hari tersebut, para kru akan melakukan perjalanan sejauh 250.000 mil dari Bumi—penjelajahan terjauh yang pernah dilakukan manusia sejak tahun 1972.
Misi ini lebih dari sekedar uji terbang; Hal ini merupakan langkah signifikan menuju pembentukan kehadiran berkelanjutan di luar orbit Bumi, meletakkan dasar bagi misi jangka panjang ke Mars dan tujuan lainnya.
