Jet Lubang Hitam Raksasa yang Bergoyang Membentuk Kembali Galaksi, Menantang Teori yang Ada

14

Para astronom telah menemukan jet besar dan dinamis yang belum pernah terjadi sebelumnya yang berasal dari lubang hitam supermasif (SMBH) di galaksi terdekat VV340a. Jet ini, yang membentang hingga 20.000 tahun cahaya, menunjukkan pola “goyangan” yang langka dan secara aktif membentuk kembali galaksi induknya dengan cara yang belum pernah terlihat sebelumnya. Temuan yang dipublikasikan di Science ini menantang pemahaman konvensional tentang evolusi galaksi dan menimbulkan pertanyaan baru tentang sejarah Bima Sakti.

Skala Penemuan

SMBH berperan penting dalam pertumbuhan galaksi. Gravitasinya yang sangat besar menarik materi di sekitarnya, membentuk inti galaksi aktif (AGN) yang mampu mengungguli seluruh sistem bintang dalam waktu singkat. Beberapa SMBH juga meluncurkan pancaran material super panas dengan kecepatan mendekati cahaya. Meskipun jet-jet ini diketahui, jet yang diamati pada VV340a memiliki ukuran dan perilaku yang luar biasa.

Tim yang dipimpin oleh para peneliti di UC Irvine dan Caltech, menggabungkan data dari Observatorium W. M. Keck, Teleskop Luar Angkasa James Webb (JWST), dan Karl G. Jansky Very Large Array (VLA) untuk menganalisis jet tersebut. Keck Cosmic Web Imager (KCWI) mengungkapkan seluruh keberadaan jet tersebut, sementara JWST menunjukkan tingkat energi ekstrim pada sumbernya. Pengamatan radio dari VLA mengkonfirmasi putaran heliks dan arah jet yang tidak stabil.

“Data Observatorium Keck memungkinkan kami memahami skala sebenarnya dari fenomena ini,” kata Justin Kader, penulis utama. “Tanpa pengamatan ini, kita tidak akan tahu seberapa kuat—atau seberapa persistennya—aliran keluar ini sebenarnya.”

Dampak Galaksi Tak Terduga

Jetnya tidak hanya besar; ia secara aktif menekan pembentukan bintang di VV340a dengan melepaskan gas pada tingkat yang mengkhawatirkan, yaitu 20 kali massa Matahari kita per tahun. Yang membuat penemuan ini lebih mengejutkan adalah bahwa penemuan ini diamati pada galaksi yang relatif muda yang sedang mengalami penggabungan. Jet-jet kuat seperti ini biasanya ditemukan di galaksi-galaksi yang lebih tua dan lebih menetap.

Tim juga mengamati “korona” masif dari plasma super panas yang memanjang ribuan parsec dari lubang hitam, jauh melebihi ukuran struktur koronal yang pernah didokumentasikan sebelumnya. Goyangan jet, atau presesi, menunjukkan adanya dinamika kompleks yang sedang terjadi. Presesi ini bukan hanya sebuah keanehan tetapi merupakan faktor kunci dalam bagaimana jet mempengaruhi lingkungannya.

Implikasinya terhadap Evolusi Galaksi

Penemuan ini memaksa para ilmuwan untuk memikirkan kembali bagaimana SMBH dan galaksi berevolusi bersama. Jika aliran keluar yang dahsyat seperti itu dapat terjadi pada galaksi-galaksi muda yang sedang bergabung, Bima Sakti mungkin pernah mengalami peristiwa serupa di masa lalu, meskipun tidak ada bukti jelas mengenai hal tersebut saat ini.

“Ini adalah pertama kalinya kita melihat jet radio berpresesi berskala kiloparsec yang mendorong aliran keluar dalam jumlah besar di galaksi piringan,” jelas Kader. “Ini mengubah cara kita berpikir tentang galaksi tempat kita tinggal.”

Tim tersebut sekarang sedang menyelidiki apakah SMBH kedua di pusat VV340a dapat menyebabkan goyangan jet, yang akan semakin memperumit gambaran tersebut. Penemuan ini membuka era baru dalam memahami transformasi galaksi, membuktikan bahwa bahkan pada skala kosmik, segala sesuatunya jarang dapat diprediksi seperti yang terlihat.

Penelitian ini menggarisbawahi pentingnya menggabungkan data dari berbagai observatorium yang kuat untuk mengungkap dinamika tersembunyi alam semesta. Pada akhirnya, temuan ini menyoroti masih banyak yang belum diketahui tentang evolusi galaksi dan peran SMBH dalam membentuk kosmos.