Pada tanggal 3 Maret 2026, gerhana bulan total akan menggelapkan bulan purnama, mengubahnya menjadi warna kemerahan yang mencolok – sering disebut “bulan darah”. Peristiwa ini mudah terlihat di sebagian besar Amerika Utara, menawarkan demonstrasi mekanika angkasa yang menarik tanpa memerlukan peralatan khusus apa pun.
Cara Kerja Gerhana Bulan
Gerhana bulan terjadi ketika bumi melintas tepat di antara matahari dan bulan, sehingga menimbulkan bayangan di permukaan bulan. Bayangan ini memiliki dua komponen: penumbra yang lebih terang, yang menyebabkan peredupan halus, dan umbra yang lebih gelap, yang secara dramatis menggelapkan bulan saat bergerak melintasinya.
Berbeda dengan gerhana matahari yang memerlukan tindakan pengamanan yang ketat, gerhana bulan sepenuhnya aman untuk dilihat dengan mata telanjang. Warna merah bukanlah pertanda bahaya; ini adalah hasil dari pembelokan sinar matahari melalui atmosfer bumi. Panjang gelombang biru yang lebih pendek tersebar, sedangkan panjang gelombang merah dan oranye yang lebih panjang bertahan, memandikan bulan dengan cahaya hangat yang mirip dengan matahari terbit atau terbenam.
Kapan dan Dimana Menontonnya
Gerhana akan terjadi di beberapa zona waktu. Di Amerika Utara dan Tengah, ini akan terlihat pada dini hari sebelum matahari terbit. Asia Timur dan Australia akan menyaksikannya pada malam hari, sedangkan kawasan Pasifik akan menyaksikannya pada malam hari. Peristiwa ini tidak akan terlihat di Afrika atau Eropa, namun lebih dari 40% populasi dunia berpotensi menyaksikan setidaknya sebagian dari fase totalitas.
Waktu penting (Waktu Bagian Timur):
- Fase penumbral dimulai: 03:44 pada tanggal 3 Maret
- Gerhana sebagian dimulai: 04:50 pada tanggal 3 Maret
- Totalitas dimulai: 06:04 pada tanggal 3 Maret, berlangsung hingga 07:03
- Gerhana berakhir: 09:23 pada tanggal 3 Maret
Untuk mengetahui waktu setempat yang tepat, periksa TimeandDate.com atau alat Observatorium Angkatan Laut A.S.
Mengamati Gerhana
Tidak diperlukan peralatan khusus untuk menikmati gerhana. Yang diperlukan hanyalah pandangan jelas ke bulan. Teropong atau teleskop kecil dapat menyempurnakan tampilan, membuat perubahan warna lebih jelas, namun hal tersebut bersifat opsional. Lokasi yang lebih gelap dan jauh dari lampu kota akan memberikan pengalaman menonton terbaik.
Bahkan ponsel cerdas pun dapat mengambil foto yang mengesankan, meskipun tip fotografi profesional tersedia dari sumber seperti B&H Photo dan Nikon.
Selain gerhana itu sendiri, langit yang lebih gelap akan membuat bintang-bintang lebih terlihat, dengan bulan muncul di dekat konstelasi Leo selama peristiwa tersebut.
Gerhana bulan ini menghadirkan kesempatan langka dan dapat diakses untuk menyaksikan fenomena langit yang dramatis. Kesederhanaan dan keamanannya menjadikannya acara yang ideal bagi para pengamat bintang berpengalaman dan pendatang baru.
