NASA sedang mempercepat persiapan untuk misi Artemis 2, dengan memindahkan “latihan pakaian basah” yang penting – simulasi pengisian bahan bakar penuh dan hitung mundur – hingga Sabtu ini, 31 Januari. Tes ini penting untuk memastikan roket Space Launch System (SLS) siap membawa astronot dalam penerbangan lintas bulan, yang berpotensi diluncurkan paling cepat pada 6 Februari.
Pengujian untuk Penerbangan Kru di Bulan
Roket SLS dan kapsul Orion dipindahkan ke landasan peluncuran pada 17 Januari, dan para insinyur telah berupaya mengintegrasikan kendaraan tersebut dengan infrastruktur darat. Latihan basah ini akan melibatkan pemuatan lebih dari 700.000 galon propelan kriogenik ke dalam tahap roket, sehingga berat totalnya menjadi 5,75 juta pon. Tujuannya adalah untuk menurunkan jam misi hingga T-33 detik, mensimulasikan urutan peluncuran dua kali untuk menguji prosedur menahan, melanjutkan, dan mendaur ulang hitungan mundur.
Mengapa hal ini penting: Program Artemis bertujuan untuk mengembalikan manusia ke bulan, dan pengujian ini merupakan langkah penting dalam membuktikan keandalan roket SLS untuk misi berawak. Misi Artemis 1 sebelumnya telah memicu kebocoran dan penundaan, sehingga NASA memprioritaskan latihan yang lancar kali ini.
Cuaca Dingin dan Masalah Keamanan
Uji coba ini dilakukan di tengah suhu yang sangat dingin di seluruh AS, termasuk Space Coast Florida. Meskipun tidak ekstrim seperti di tempat lain, suhu dingin mengharuskan NASA untuk melindungi roket dari potensi kerusakan.
Konteks sejarah: Bencana Challenger pada tahun 1986 menyebabkan rusaknya cincin-O karena cuaca dingin, sehingga menyoroti pentingnya persiapan yang matang. NASA mengambil tindakan pencegahan, termasuk memastikan sistem pengendalian lingkungan berfungsi dengan baik. Keselamatan kru adalah hal yang terpenting, dan para insinyur baru-baru ini mengganti rem pada keranjang pelarian kru untuk memastikan evakuasi yang aman dalam keadaan darurat.
Detail Misi Artemis 2
Kru Artemis 2 – Reid Wiseman, Victor Glover, Christina Koch, dan Jeremy Hansen – saat ini berada dalam karantina pra-misi untuk memastikan kesehatan mereka. Misi ini akan berlangsung sekitar 10 hari, mengikuti lintasan “kembali bebas” yang mengelilingi bulan dan memastikan kru kembali dengan selamat ke Bumi meskipun sistem propulsi gagal.
Di luar misi: Jika berhasil, Artemis 2 akan mendorong perjalanan ruang angkasa manusia lebih jauh dari sebelumnya, sehingga berpotensi mengirimkan astronot melampaui rekor jarak sebelumnya dari Bumi. NASA berencana untuk mendaratkan astronot di bulan dengan Artemis 3 pada tahun 2028, dengan upaya berkelanjutan untuk memperluas infrastruktur bulan melalui stasiun Gateway dan calon pendarat bulan baru dari SpaceX dan penawar lainnya.
NASA akan menyiarkan latihan pakaian basah tersebut di platform streaming-nya, dengan liputan mulai Sabtu. Misi ini berjalan sesuai rencana, namun potensi penundaan masih mungkin terjadi karena cuaca atau masalah teknis yang tidak terduga.





























