Altar Pengorbanan Manusia Berusia 1.000 Tahun Digali di Meksiko

8

Para arkeolog di Meksiko telah menemukan altar batu berusia 1.000 tahun yang digunakan untuk pengorbanan manusia pada masa pemerintahan Kekaisaran Toltec. Penemuan ini memberikan wawasan baru mengenai praktik keagamaan yang penuh kekerasan dan dominasi militer di kekaisaran tersebut. Situs tersebut, yang terletak di dekat Tula – sekitar 55 mil sebelah utara Mexico City – digali selama persiapan proyek transportasi.

Altar dan Peninggalannya

Altar, yang dikenal sebagai momoztli dalam bahasa Nahuatl, berukuran sekitar 10 kaki persegi dan terdiri dari tiga lapisan batu. Penggali menemukan empat tengkorak manusia dan beberapa tulang kaki tersusun di tiga sisi, menunjukkan bahwa ini adalah persembahan kurban. Penataannya menyiratkan penempatan ritual yang disengaja.

Arkeolog Víctor Francisco Heredia Guillén menjelaskan bahwa lokasi persis tulang-tulang tersebut menunjukkan bahwa sisa-sisa yang tak terlihat mungkin terletak di bawah permukaan.

Konteks Penemuan

Altar tersebut dikelilingi oleh sisa-sisa tembok, menandakan bahwa altar tersebut berdiri di dalam halaman yang terhubung dengan tempat yang mungkin merupakan kompleks perumahan atau istana elit. Kekaisaran Toltec berkembang antara tahun 950 dan 1150 M, mengisi periode antara jatuhnya Teotihuacán dan bangkitnya Tenochtitlán.

“Setiap penemuan seperti ini memperluas pengetahuan kita tentang salah satu peradaban besar Mesoamerika,” kata Claudia Curiel de Icaza, sekretaris kebudayaan Meksiko.

Ritual dan Peperangan

Altar yang baru ditemukan kemungkinan besar berasal dari masa puncak kekuasaan Tula. Suku Toltec dikenal sebagai pejuang yang tangguh, dan pengorbanan manusia mungkin merupakan praktik yang digunakan untuk mengintimidasi musuh atau menghormati kemenangan militer. Satu tengkorak masih menempel sebagian pada tulang belakang, menunjukkan bahwa pemenggalan kepala adalah metode pengorbanan yang umum.

Bukti arkeologi menunjukkan pisau obsidian atau batu api digunakan, meninggalkan bekas potongan yang jelas pada tulang yang ditemukan.

Penelitian Lebih Lanjut

Para peneliti berencana melakukan analisis antropologi dan kimia untuk menentukan jenis kelamin, asal usul, dan status potensial para korban. Pemeriksaan lebih dalam ini dapat mengungkap apakah korbannya adalah tahanan lokal atau tawanan yang dibawa dari wilayah yang jauh.

Temuan ini menggarisbawahi realitas brutal kerajaan Mesoamerika, di mana peperangan, agama, dan kekuasaan politik terjalin dengan kekerasan yang ritual. Penggalian ini akan terus mengungkap salah satu peradaban paling signifikan secara historis di kawasan ini.