Kehidupan Awal Michael Che: Dari Kemiskinan di Lower East Side hingga SMA LaGuardia

12

Jalan Michael Che menuju panggung Saturday Night Live tidak diaspal dengan keistimewaan. Hal ini dimulai di Lower East Side Manhattan, di mana kemiskinan hanyalah bagian dari lanskap sehari-hari. Menjadi anak bungsu dari tujuh bersaudara tidak membuat segalanya menjadi lebih mudah. Kehidupan keluarga tidak stabil. Orang tuanya berpisah sejak dini, meninggalkan dia untuk menjalani masa remajanya di bawah naungan ibunya sendirian.

Ketegangan dalam rumah tangga itu akhirnya memuncak. Che bukanlah seorang remaja teladan. Dia mengembangkan sifat memberontak yang sangat bertentangan dengan otoritas ibunya. Hasilnya? Dia diusir pada usia 14 tahun. Tidak ada jaring pengaman. Hanya kota.

Namun dia tidak membiarkan hal itu mengakhiri pendidikannya. Dengan cara yang berbeda dari narasi putus sekolah pada umumnya, Che menemukan jalan kembali ke struktur akademis. Dia lulus dari Sekolah Menengah Musik dan Seni Fiorello H. LaGuardia dan Seni Pertunjukan. Sekolah itu, yang terkenal dengan kurikulum seninya yang ketat, memberinya pijakan. Memang jauh berbeda dengan jalanan yang pernah ia jalani, tapi ini adalah sebuah permulaan.

“Dia diusir oleh ibunya pada usia 14 tahun. Tidak ada jaring pengaman. Hanya kotanya.”

Gejolak awal ini kemungkinan besar membentuk humor observasional yang tajam yang mendefinisikan komedinya sekarang. Bagaimana Anda memproses menjadi tunawisma saat remaja sambil mencoba mengikuti kurikulum seni yang menuntut? Anda mengubahnya menjadi materi. Anda bertahan hidup. Dan terkadang, Anda menjadi sangat pandai berdiri di atas panggung.

Transisi dari anak berusia 14 tahun yang hidup di jalanan menjadi lulusan LaGuardia sangatlah mencolok. Ini menunjukkan ketahanan yang tidak selalu terlihat dalam kepribadian SNL-nya yang dipoles. Dia tidak hanya keluar dari kemiskinan; dia memanfaatkan kekacauan itu. Latar belakang seperti itulah yang menjadikan televisi menarik. Atau begitulah yang mungkin diasumsikan.